Monday, June 3, 2013

Laporan Praktikum Titrasi Asam Basa KIMIA SMA Kelas XI ( Sebelas )


LAPORAN PRAKTIKUM
TITRASI ASAM BASA



KELOMPOK IIIA
Nama Anggota     : 
1. Afrizal Rahmadi 
2. Muhammad Hidayat 
3. Hafikri Adriansyah 
4. Kurnia wahyuni 
5. Listiana 
6. Rega Amriz Aulia


TEORI
Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatkan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa.
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.
Penambahan larutan standar di lakukan sampai mencapai titik ekivalen, yakni titik di mana asam dan basa habis bereaksi. Titik ekivalen dapat di tentukan dengan menggunakan suatu indikator yang harus berubah warna di sekitar titik tersebut. Titik di mana perubahan warna indikator terjadi di sebut titik akhir titrasi.
RUMUSAN MASALAH
Berapakah konsentrasi dari larutan asam cuka(CH3COOH)?
TUJUAN
Untuk mengetahui konsentrasi dari asam cuka

MANFAAT
1.    agar mudah mengerti dan memahami materi mengenai Titrasi Asam Basa.
2.    untuk mengetahui kemolaran dari CH3COOH.



PEMBAHASAN
a.    Prosedur kerja
1.      Alat dan Bahan
·         Larutan Asam Cuka(CH3COOH) 50 ml
·         Larutan NaOH 50 ml
·         Indikator
·         Pipet Gondok 1 buah
·         Erlenmeyer 2 buah
·         Gelas Kimia 1 buah
·         Buret 1 buah
2.      Langkah-langkah Kerja
·         Asam cuka sebanyak 50 ml di ambil dengan menggunakan erlenmenyer
·         Asam cuka sebanyak 10 ml diambil dari erlenmeyer dengan menggunakan pipet gondok. Lalu di beri indikator sebanyak 10 tetes
·         Di tuangkan ke dalam erlenmenyer
·         NaOH sebanyak 50 ml di ambil dengan menggunakan gelas kimia, di tuangakn ke dalam Buret

3.      Melakukan Titrasi
·         Erlenmenyer  yang telah berisi larutan asam cuka dan indikator di letakkan di bawah Buret
·         Volum awal ( V awal ) Buret di catat
·         Dilakukan titrasi sesuai prosedur sampai titik akhir titrasi di capai ( indikator berubah warna menjadi merah jambu ).
·         Volum akhir ( V akhir ) Buret di baca dan di catat
·         Kemolaran larutan asam cuka di tentukan.



b.     Hasil Eksperimen
Dari eksperimen tersebut maka akan dapat diketahui berap konsentrasi Asam Cuka (CH3COOH) agar mencapai titik akhir titrasi bila diketahui :
VCH3COOH     = 10 ml
a                = 1
VNaOH          = Vakhir - Vawal
                  = 26,7 – 20
                  = 6,7 ml
MNaOH         = 0,1 M
b                = 1
Jawaban
            a x VCH3COOH x MCH3COOH = b x VNaOH x MNaOH
                        1 x    10      x MCH3COOH =  1 x 6,7 x 0,1
                    10 MCH3COOH         =         0,67
                         MCH3COOH          = 0,67 : 10
                         MCH3COOH                  = 0,067
                                                 = 6,7 x 10-2

Jadi Konsentrasi CH3COOH  adalah 6,7 x 10-2
c.      Pembahasan
Berdasarkan eksperimen yang telah kami lakukan, kami mendapatkan volume awal dari NaOH yaitu 20 ml dan volume akhir NaOH  yaitu 26,7 ml sehingga volume dari NaOH adalah 6,7 ml. Dari eksperimen tersebut kami mendapatkan hasil bahwa kemolaran/konsentrasi dari asam cuka(CH3COOH) adalah sebesar 6,7 X 10-2 M.

 DOWNLOAD .doc

DAFTAR PUSTAKA
o   http://belajarkimia.com/2008/04/titrasi-asam-basa
o   Johari, J. M. C. dan M. Rachmawati. 2009. Kimia SMA dan MA(Untuk Kelas XI). Jakarta:Erlangga.